baru saja saya ngobrol2 sama temen lama saya, dia seorang dokter namun berkeinginan kuat untuk menjadi peneliti dengan niat yang lebih mulia. dia menceritakan bahwa dia merasa dirinya tidak cocok untuk menjadi apa yang dia harapkan, dia berfikir dia tak memiliki bakat di bidang itu, dia jg menanyakan apakah idealisme saya telah berubah kini? hal ini cukup mengena hati saya, karena dalam bbrp waktu atau bbrp bulan yang lalu dilema itu memang terjadi pada diri saya, tapi saya telah memilih suatu pilihan
bagi saya, bakat itu ga menentukan seseorang bisa atau tidak menjadi suatu profesi yang sesuai dengan bakatnya, semua itu tergantung dari keinginan dan kerja keras.
bukankah sering terdengar kalimat: kesuksesan terdiri dari 1% bakat dan 99% kerja keras? saya percaya itu
teman, jangan tinggalkan cita-cita kamu itu untuk sebuah alasan ketidakpercayaan diri, i know u can
sebagai orang yang pernah seidealisme dirimu, rasanya saya tidak bisa menerima alasan untuk mundur karena alasan itu, hehehe,, sedangkan saya memutuskan untuk memilih prioritas lainnya yaitu keluarga..




